Perbedaan Management Proyek menggunakan Tradisional VS Agile
Metode Agile beberapa tahun ini telah menjadi pendekatan manajemen proyek yang banyak diterapkan dalam perangkat lunak, dan berkembang ke lingkungan kerja hingga penerapan dalam dunia bisnis. Ketika perubahan semakin cepat terjadi, dunia bisnis juga berkembang semakin innovatif dan selalu menjadi yang terbaik. Para pemimpin dan tokoh berpengaruh yang mulai banyak menerapkan metode agile pada manajemen proyek bisnisnya. Keinginan untuk lebih menyempurnakan manajemen bisnis dan adaptif terhadap perubahan membuat metode Agile menarik.
Apakah metode Agile dapat diterapkan dalam segala bisnis? Kali ini MYSC team akan memberikan perbedaan mengenai manajemen proyek tradisional dan agile. Dalam artikel ini akan dikupas secara lengkap untuk Anda, kelebihan dan kekurangan metode agile dalam penerapan dalam manajamen proyek bisnis Anda.
Tradisional Manajemen Proyek
- Membutuhkan inisiatif, penyusunan strategi, esekusi, dan monitoring sesuai dengan dasar ketika Anda dan tim memulai sebuah proyek.
- Pada manajemen proyek yang dikelola secara tradisional metode yang digunakan, waktu, dan estimasi biaya (budget) sudah ditetapkan sejak awal.
- Proyek dijabarkan rinci dari awal
- Proses lebih ketat dan terkontrol
- Dokumentasi yang jelas
- Lebih dapat dipertanggungjawabkan
Kelebihan proyek manajemen yang menggunakan metode tradisional :
Agile Manajemen Proyek
- Agile membagi-bagi kategori detail proyek. Dengan pembagian tugas ini sehingga tugas dapat fleksibel dengan perubahan untuk hasil yang lebih maksimal
- Terdapat 3 nilai penting dalam penerapan metode agile :
- Lebih fokus pada indvidu dan interaksi daripada proses dan alat proyek
- Kualitas hasil lebih penting daripada dokumentasi yang panjang
- Proses pekerjaan proyek lebih responsive terhadap perubahan daripada hanya mengikuti protocol yang ketat
- Prioritas detail proyek yang penting lebih fleksibel
- Pengiriman proyek diprediksi dapat dijalankan lebih awal dan cepat
- Estimasi biaya (budget) dan jadwal lebih dapat diprediksi
- Meningkatkan kualitas proyek
- Alur kerja, pembagain kerja, proses projek, dan performa kerja lebih transparan
Kelebihan proyek manajemen yang menggunakan metode agile :

Komentar
Posting Komentar